Jokowi Banjir Dukungan dalam Tangani Pandemi Covid-19, Demokrat: Tak Pantas


Sejumlah ketua umum partai politik memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal itu dinyatakan para pimpinan partai koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin ketika melakukan pertemuan partai koalisi di Istana Negara, Rabu (25/8/2021).

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai pujian tersebut amat tak pantas di tengah-tengah Indonesia masih terbelenggu serangan pandemi Covid-19 yang angkanya masih cukup tinggi.

"Apakah patut pemerintah diklaim berprestasi dan karenanya patut mendapatkan apresiasi? Di manakah hati nurani, para pejabat maupun tokoh publik negeri ini? Menebar pujian di saat situasi masih belum terkendali," kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Minggu (29/8/2021).

Ia meminta pemerintah untuk terus mawas diri dan menahan diri. Tidak sibuk dengan puja puji atau selebrasi terlalu dini.

Diharapkan untuk berempati dengan 130 ribu keluarga anak bangsa yang telah kehilangan sanak saudaranya karena pandemi.

"Ingat, tidak ada yang lebih bernilai dari nyawa manusia, seperti yang selalu Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ingatkan," ujarnya.

Saat ini, ia menyebut masih terlalu dini untuk melakukan selebrasi. Lebih baik terus melakukan evaluasi.

Kemudian, tentunya mempersiapkan mitigasi, agar ada antisipasi jika nanti ada serbuan dari varian baru virus penyebab pandemi ini.

"Janganlah mengulang kesalahan sama, seperti ketika di awal pandemi, maupun tatkala varian delta menyerbu negeri di Juni-Juli lalu. Pemerintah gelagapan dan kekacauan terjadi di mana-mana."

"Oksigen sulit diperoleh dimana-mana sampai banyak rakyat penderita Covid-19 kehilangan nyawa karena tidak kebagian oksigen," kata dia.

Ia menambahkan, seluruh elemen masyarakat tentu ingin agar negeri ini terbebas dari pandemi.

Meskipun, memang belum bisa terbebas segera, setidaknya tak ada lagi anak negeri ini yang mesti kehilangan nyawa karena pandemi.

"Pemerintah sebaiknya fokus untuk terus memikirkan dan menempuh kebijakan yang benar-benar efektif, bukan sekadar menyelesaikan apa yang di depan mata saja, tapi menyisakan persoalan di kemudian hari."

"Rasio jumlah pasien positif Covid-19, rasio jumlah kematian, maupun jumlah penduduk yang divaksin, masih sangat jauh dibandingkan standar WHO, ataupun negara-negara tetangga," katanya.

Komentar

  1. Hohoho mna tindakan partai demokrat di msa pandemi ini ..adany cma bisa nynyir melulu tpi maklum parrai GUREM

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Viral Bupati Jember dapat Honor Rp100 Ribu Tiap Ada Warga Meninggal karena COVID-19, Polisi Turun Tangan

Bersyukur Jadi Mualaf, Mike Tyson: Allah Tak Butuh Saya, Saya yang Butuh Allah

Ngeri Banget, Ini Pesan OPM Usai Serang Pos TNI di Papua Barat